Sabtu, 12 Oktober 2013

Sepuluh hal yang bisa dipelajari dari Martin Luther King, Jr

Luangkan sedikit waktumu untuk belajar dari seorang Martin Luther King dan sekilas kehidupannya yang menakjubkan.
1. Kadang-kadang hal-hal tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan

Pidato “I Have a Dream” disampaikan di tangga Lincoln Memorial dalam acara protes terbesar di Washington dan pidatonya dikenang dunia sejak itu.

2. Minat sangat penting


“I submit to you that if a man hasn’t discovered something that he will die for, he isn’t fit to live.”
“Menurutku jika seseorang belum menemukan sesuatu yang dapat membuat ia rela mengorbankan jiwanya, maka ia belum berhak untuk hidup.”

3. Kita melakukan semua ini bersama-sama

“Whatever affects one directly, affects all indirectly. I can never be what I ought to be until you are what you ought to be. This is the interrelated structure of reality.”
“Apapun yang mempengaruhi seseorang secara langsung akan mempengaruhi semua orang secara tidak langsung. Saya tidak bisa menjadi orang seperti semestinya sebelum Anda menjadi orang seperti semestinya. Ini adalah struktur interelasi dari dunia nyata.”

4. Tidak semuanya adalah tentangmu

“An individual has not started living until he can rise above the narrow confines of his individualistic concerns to the broader concerns of all humanity.”
“Seseorang belum benar-benar hidup selama ia hanya memikirkan tentang masalah pribadinya dan belum memikirkan tentang masalah-masalah lebih luas yang dihadapi seluruh umat manusia.”

5. Kamu harus siap untuk berdiri tegak untuk meraih cita-citamu

Sebuah langkah kecil yang menjadi tonggak penting dalam gerakan Hak Sipil. King memimpin kampanye yang mengakhiri segregasi rasial di Montgomery, AL.

6. Kekerasan Bukan Jawaban

“We who engage in nonviolent direct action are not the creators of tension. We merely bring to the surface the hidden tension that is already alive.”
“Kami yang melakukan aksi damai bukanlah yang menciptakan ketegangan. Kami hanya mengangkat kepermukaan ketegangan tersembunyi yang sudah ada.”
King benar-benar yakin bahwa keadilan dan kesetaraan ras akan berhasil dicapai dengan perjuangan tanpa kekerasan.

7. Cinta, pada kenyataannya, adalah jawaban
"Kami belajar bagaimana untuk melakukan segala sesuatu dengan kejujuran dan sesuai dengan kenyataan yang ada, karena cinta pada kenyataan adalah cara kami untuk memperoleh sebuah jawaban yang pasti dan kami yakin akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik."
King mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu dengan kejujuran, hidup penuh dengan kebohongan itu tidak ada arti dan pada akhirnya akan ada penyesalan , maka dari itu marilah kita melakukan segala sesuatu dengan kejujuran dan kenyataan yang ada. karena dengan kejujuranlah kita akan memperoleh sesuatu yang baik dan kehidupan yang baik.

By : Cindy Angelina ~


1 komentar: