Rabu, 18 September 2013

Cerita tentang "JARUM SUNTIK" dan "KOREK API" yang dapat dipelajari dalam kehidupan sehari-hari

JARUM SUNTIK
Waaaww ... begitu melihat jarum seperti itu, "bahkan tidak jarang kita melihat mereka menjerit-jerit ketika mau disuntik". Saya belum pernah dengar dokter berkata kasihan ya "Sudahlah jangan ada suntikan lagi" , justru setiap kali kerumah sakit, kita tidak lepas dari yang namanya jarum suntik : dari yang kecil sampai ke yang besar!

Tujuan dari suntik bukanlah untuk menyakitkan, "sekalipun ada unsur sakitnya" . Tujuan dari suntik adalah untuk memberi asupan suatu zat untuk menambah nilai dalam tubuh, dengan alasan apapun cara seperti itu tidak pernah dihilangkan, tetap menjadi cara yang terbaik dalam memperbaiki tubuh.
Keluar dari pemikiran seperti itu : Mengapa begitu banyak orang takut disuntik, karena melihat jarumnya, bukan pada tujuannya?
Mengapa banyak orang takut ditegur ? Karena merasa sakitnya, bukan melihat hasilnya.
Firman Tuhan berkata :
Amsal 6 : 23 karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan.
Maksudnya : Setiap teguran dari Tuhan akan memberi jalan kepada kehidupan yang lebih baik.Karena itu janganlah menjauhkan diri karena teguran, sekalipun beralasan untuk itu, sebab cara Tuhan menegur kita dengan firman-Nya, "terkadang disampaikannya dengan berbagai cara dan gaya, itu tidak mungkin dapat menyukakan setiap orang"


KOREK API


Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api tapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon. Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil, ketika burung hidup, ia makan semut, ketika burung mati, semut makan burung. 
Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup. Bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman disekeliling kita . Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA. Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. Dan setelah diambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA, saling menghargai, saling membantu dan memberi, juga saling mendukung, jadilah teman perjalanan hidup yang tanpa pamrih dan syarat, Believe in "Cause and Effect" apa yang ditabur itulah yang akan kita tuai.


By : Cindy Angelina





1 komentar: